Senin, 29 November 2010

ESON: Penyesuaian dalam Suatu Hubungan

ESON: Penyesuaian dalam Suatu Hubungan: "pertama, aku ucapin selamat kepada kawan LPM-DIANNS yang baru jadian Sekali lagi pepatah jawa yang berbunyi “witing tresno jalaran soko k..."

Sabtu, 27 November 2010

Penyesuaian dalam Suatu Hubungan



pertama, aku ucapin selamat kepada kawan LPM-DIANNS yang baru jadian

Sekali lagi pepatah jawa yang berbunyi “witing tresno jalaran soko kulino” yang bararti cinta itu datang karena sering bertemu, terbukti benar dan it works on them. Yups, teman aku sesama pengurus organisasi barusan jadian beberapa hari yang lalu. Sebagai teman aku turut bahagia bila temanku bahagia dan sedih bila ia bersedih.

Mereka jadian setelah melalui peroses pertemanan yang sangat akrab terlebih dahulu, dan sempat ada yang merasa tersakiti, dihianati tapi itu semua karena misscomm diantara mereka. Dan yang paling penting adalah berakhir bahagiakan1?. (cerita mereka kayak opera sabun di tipi tipi kelir yah?!)

Sebagai teman disini gue berharap semoga hubungan itu langgeng dan secepatnya dihalalkan, hahaha.

Disini aku akan sok-sok an masalah cinta (kayak udah pengalaman aja km, Tien)

Seseorang yang menjalin hubungan, jatuh cinta, akan menyesuaikan hal-hal yang selama ini jadi perbedaan. Berusaha meneriman kekurangan dan kelebihan orang yang dicintai. Jatuh cinta itu tidak bisa dipaksakan, ia datang dengan sendirinya, tak bisa ditolak, kata orang-orang sih, masalah Hati. Dan setelah perasaan itu mulai menguasai ia akan menyesuaikan hal yang selama ini tidak disukai, tertawar oleh perasaan cinta itu sendiri. Misalnya aku kasih contoh:

Teman : "apa yang membuat kamu suka sama dia???"
Dia : "sebenarnya aku suka cewek pinter, tapi nggak tahu kenapa gw suka
dia, habis dia oramg baik bgt"
Nah begitulah cinta, mungkin sebelumnya si cowok itu mengan-angankan cewek pinter, bahkan mungkin cantik dan seksi. Tapi setelah dia menglami perasaan lain ketemannya, teman yang ia anggap tidak masuk kriteria cewek idaman dia, hal itu tersesuaikan dan tertawar. Itulah mungkin cinta dan bukan cinta kepura-puraan (masalah cinta itu dipaksakan atau kepura-puraan hanya pelakunya lah yang tahu, dalamnya hati seseorang tidak seorang manusia pun yang tahu)

Pesanku buat temanku yang baru mem-proclaim hubungan mereka
Tolong yah dijaga sikapnya di DIANNS, aku tahu kalian lagi kasmaran tapi jangan sampai sikap kalian membuat kawan-kawan yang lain males ke DIANNS, merasa jadi penggangu. Apa lagi yang sering ada di DIANNS kalian berdua, yang lain nanti males, merasa kayak jadi obat nyamuk. (Semoga temen Q yang cewek maklum, coz dia pernah curhat hal yang serupa ketika Si cowok dekat dengan kawan cewek yang lain, dulu sebelum mereka dekat) Seperti perasaanmu dulu seperti itulah perasaanku dan mungkin kawan-kawan yang lain.

Tolong dijaga ke profesionalannya. Jangan mentang-mentang pacarnya apapun itu selalu dibela. Semoga hubungan kalian membawa kemajuan di organisasi bukan malah semakin melempem. Tolong kemesraanya jangan sering diperlihatkan didepan umum dong, jangan terlalu PDA.. Aku kan jadi iri, hahahha. Ceweknya di ajari nulis dan berwacananya yah…………….katanya km suka cewek pinter, pinter itu selain karena dari kecerdasan bisa juga dibangun kok. Tergantung dari pribadi masing-masing. Like the saying goes , “banyak jalan menuju Roma”, banyak jalan menuju pinter. Ada kemauan ada jalan.

Sabtu, 09 Oktober 2010

Ayah Tak Melihat Panci Tengkurap Lagi.

(saya masih belajar membuat cerpen, dan inilah hasilnnya? silahkan kasih masukan)

Di sebuah desa nelayan di kab Gresik di sanalah Aidi, yang baru masuk SMP tinggal bersama keluarganya. Desa itu bernama pasir panjang, kenapa di namai pasir panjang? Tak lain karena desa sepanjang 400m2 itu membentang di perkampungan berpasir yang cukup panjang menurut penduduk sekitar. Tidak seperti kampung nelayan yang lain yang sarat dengan kemiskinan. Kampung itu cukup makmur, hasil tangkapan selulu banyak Karena penghasilan nelayan rata-rata bersihnya sekitar Rp 100.00rb perhari. Tak jarang nelayan mendapatkan penghasilan sampai 1 juta perhari.

Ayah Aidi, orangnya pendiam dan kalem. Beliau orangnya suka mengalah, dan sepertinnya ibunyalah yang berkuasa di rumah. Ibu Aidi selalu memaksa ayah Aidi untuk mendapatkan tangkapan ikan yang banyak. Kalau ia mendengar bapaknya Adi, tetangga mereka dapat banyak tangkapan, ia selalu marah sama suaminya. ”Pak kenapa ikan nya dapat sedikit? Tuh…bapaknya Adi dapat banyak. Pasti bapak malas-malasan nangkap ikannya, makanya dapat sedikit.” Dan ekstrimnya kalau sang suami tak mendapatkan se-biji ikan pun dia akan menengkurapkan panic yang biasa dipakai untuk memasak, yang artinya tak ada nasi hari ini. Dan bapak akan pergi ke warung untuk makan. Karena biasanya bapak menyimpan sedikit uang, yang ia dapatkan dengan cara menyisihkan dari hasil penjualan ikan. Dan tentunya tampa sepengetahuan sang istri

Sudah beberapa hari ini ayah Aidi tak mendapat banyak ikan. Angin lagi tak bersahabat, hujan turun terus menerus, ombak sangat ganas. Dan sesuai dengan kondisi cuaca, ayah Aidi beberapa hari ini tak memperoleh tangkapan ikan. Sang ibu mulai memasang wajah cemberut. “kenapa sih pak akhir-akhir ini tak pernah bawa pulang ikan?, bahkan untuk lauk sendiri pun tak dapat. Kita mau makan apa pak?.” “Mau bagaimana lagi Bu, cuaca sekarang sedang buruk, ikan sulit di dapa,t bukan Cuma Bapak yang kesulitan dapat ikan, tapi nelayan yang lain pun demikian.” Tapi, Bu Muslih kemarin jualan ikan di pasar, itu berarti kan ikannya masih bisa di dapat. Bapak jangan alasan terus.” “Iya Bu, besok Bapak akan usahakan dapat hasil tangkapan. Seekor dua ekor.” Yah, jangan hanya seekor dua ekor dong! “. Iya Bu, iya, Bapak usahakan.”

Jam menunjukkan pukul 04.00 ketika ayah Aidi bangun, kemudian beliau bersiap-siap, menyiapkan semua peralatan melaut. Setelah sholat Subuh dan semua peralatan siap, iya pun pamitan kepada kedua anak serta istrinya. Tak lupa ia mencium kening kedua anaknya. Ciuman itu merupakan ciuman terdalam yang ia lakukan. Tanpa terasa airmatanya meleleh. “Bu’ Titip anak-anak yah! Jaga mereka baik-baik. Ibu juga baik-baik di rumah.”

Tiba-tiba perasaan bu Aidi pun tak enak, ia bertanya dalam hati, “kenapa bapak bilang seperti itu?, biasanya bapak cuma pamit dan tidak bicara seperti itu.” Selang beberapa jam setelah kepergian ayah Aidi, tiba-tiba hujan deras pun turun, angin bertiup kencang, dan suara ombak pun terdengar bergemuruh menandakan kalau ia sedang mengamuk. Tanpa terasa waktu telah bergerak, hari pun mulai beranjak petang, hujan telah berlangsung sepanjang hari dan belum menunjukkan akan berhanti.
Jam telah menunjukkan jam 10.00 malam, tapi tanda-tanda kalau ayah Aidi akan pulang pun tak kunjung ada. Tiba-tiba perasaan tak enak pun membayangi bu Aidi, ia mulai gelisah. “Aidi, nak bangun, hari sudah sangat malam tapi Bapak belum datang, mari kita cari Bapak, mungkin kita bisa tanya ke nelayan yang lain, yang juga pergi melaut tadi pagi.” Mereka pun bergegas pergi mengunjungi rumah para nelayan, rumah pertama yang mereka kunjungi adalah rumah Bu Muslih. “Maaf Bu, saya memang sempat ketemu beliau dan ketika badai datang saya mengajak beliau untuk segera menepi, tapi beliau mempersilahkan saya pulang duluan”.
Kemudian mereka menuju rumah pak Tono, “maaf Bu, saya tadi pagi tidak berangkat melaut, saya tidak enak badan.” Dan ketika mereka menemui nelayan yang lain semuan jawabanya yang mereka dapatkan sama seperti yang Pak Muslih berikan, atau mereka tidak berjumpah dengan ayah Aidi di laut. Perasaan bersalah mulai mendera ibu Aidi, Ia merasa bersalah telah memaksa Ayah Aidi untuk melaut. Akhirya ia memutuskan untuk melapor ke kepala dusun. “Coba Ibu tanyakan kepada para nelayan, siapa tau mereka bertemu ketika sedang melaut”. “Maaf Pak, saya sudah menanyakan kepada semua nelayan di daerah kita ini Pak, tapi mereka bilang kalau mereka memang ketemu, tapi mereka pulang duluan. Sedangkan mereka bilang, Bapaknya Aidi tetap bertahan di laut, walaupun badai sedang mengamuk.

“Yah sudah Bu’ kita tunggu saja sampai besok kalau sampai besok belun datang juga saya akan mengajak warga untuk mencari informasi ke daerah yang lain, menanyakan kepada pada para nelayan yang lain, dan kalau pun tetap tak ada kabar, akan saya ajak sebagian warga untuk melakukan pencarian di laut, siapa tau beliau terombang-ambing di laut lepas, sekarang Ibu pulanglah dulu, berdoalah kepada Allah, semoga besok kita bisa menemukan Bapak dalam keadaan selamat dan sehat walafiat.”
Hari demi hari telah berlalu, tak terasa sudah satu minggu diamana ayah Aidi menghilang di laut lepas, berbagai upaya telah dilakukan masyarakat setempat untuk mencarinya, mulai dari mencari sendiri sampai melapor ke yang berwajib. Tapi pencarian itu terasa sia-sia karena sampai sekarang beliau belum di temukan. Bukan main hancur hati Aidi menerima kenyataan ini. Terbayang sudah mas depanya yang mulai muram, dengan menghilangnya orang yang selama ini membiayai kehidupan mereka, maka secara otomatis ia akan mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap adik-adiknya dan membantu ibunya bekerja .Apalagi ibunya suka marah-marah. Dan ia lebih suka anaknya bekerja dari pada melanjutkan sekolah.

Rabu, 11 Agustus 2010

selamat Berpuasa


bulan yang penuh berkah ini telah tiba...
dan alhamdulilah aku pun bisa sampai ke bulan ini...
sepi... itu yang kurasakan
yang terdiam sendiri. di kotak yang tak engan mengeluarkan suara ini, dan tidak akan pernah , aku menghabiskan waktuku seharia.

kangen berpuasa bersama keluarga., selamat teraweh bersama, dan berbuka maupun, sahur bersama.
memang ini bukan pengalaman pertama puasa jauh dari keluarga.
tapi mersa sendiri berpuasa baru aku alami. maklum sekarang masih musim libur. jadi teman-teman masih banyak yang di rumahnya masing-masing. mungkin kalau aku tidak punya kewajiban pada tgl 4-7 kemaren. aku juga masih bisa melewati awal puasa bersama bunda di rumah.

sebelumnya hari ini aku memang berencana keluar. karena ada undangan bergabung dari suatu komunutas.
AKU PEREMPUAN. the real feminism is sisterhood. itu katanya.
tapi ternyata pertemuan itu dibatalkan. aku tak tahu kenapa???

yah ,,, akhir kata harapanku semoga puasaku dan puasa seluruh umat islam lancar dan diterima oleh ALLAH SWT, tak ada halanangan

Sabtu, 03 Juli 2010

THIs is life

Hidup memang sperti ini
Terkdang kita ingin sendiri, tanpa ada yang menggangu
Dan terkang kita ingin berkumpul, bersama.
Dengan sendiri kita bisa berfikir tentang hidup yang telah kita lalui
Dengan apa yang telah kita perbuat
Dengan berkumpul, kita bisa bercerita, tertawa bersama membagi kebahagiaan.
Walaupun terkadang kita butuh sendiri
Tapi kita butuh teman untuk tetap hidup
Bila kita tak mau berteman dan berkumpul berarti ada yang salah dalam diri kita
Demikian pun jika kita mau berkumpul terus menerus, tak mau sendiri
Juga ada yang salah dalam diri kita,
Kapan kita akan merenung kalau kita berkumpul terus.
Ya… hidup memeng seperti ini! Itulah namanya hidup
di tulis tanggal 23 April 2010 (book’s day)